|
A.
Kualitas Jasa
Hasil
dari kualitas sebuah barang atau jasa sangat erat kaitannya dengan kepuasan
konsumen, Karena kualitas dapat memberikan dorongan kepada pelanggan untuk
menjalin hubungan yang kuat dengan perusahaan. Dalam jangka panjang
hubungan yang terjalin dapat memungkinkan perusahaan untuk memahami
dengan seksama harapan pelanggan serta kebutuhan mereka.
Perusahaan
dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dengan cara memaksimumkan pelayanan
yang menyenangkan dan menghilangkan pelayanan yang membosankan serta
menjengkelkan. Sebab harus disadari kualitas serta harga yang murah sekalipun
jika tidak diikuti dengan pelayanan yang baik, akan menyebabkan pelanggan
berpaling pada produk atau jasa yang sejenis yang kira-kira dapat memberikan
kepuasan sama yang ditawarkan oleh pesaing.
Kualitas
jasa menurut Wyckop (Tjiptono, 2000:54) adalah tingkat keunggulan yang
diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi
keinginan pelanggan.
Sehingga
dari definisi di atas, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa perusahaan
tidak dapat mengklaim diri telah memberikan kualitas terbaik lewat produk
atau jasa pada pelanggan, sebab yang dapat mengambil kesimpulan baik dan
tidaknya kinerja sebuah produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan
hanyalah konsumen dan pelanggan. Tidak berlebihan jika sering dikatakan bahwa
konsumen adalah raja.
Selain
itu kesimpulan yang juga dapat diambil, bahwa perusahaan harus dapat
mengendalikan kinerja pelayanannya agar sesuai dengan ekspektasi pelanggan. Apabila
jasa yang diterima atau yang dirasakan sesuai dengan yang diharapkan maka
dapat dipastikan cenderung untuk mendekati kepuasan yang diharapkan oleh
pelanggan. Sebaliknya jika jasa yang diterima lebih rendah dari yang
diharapkan, maka secara otomatis telah memberikan nilai yang buruk dalam
persepsi konsumen. Baik dan tidaknya kualitas jasa atau produk yang
ditawarkan tergantung pada kemampuan pihak fasilitator (penyedia) dalam
memenuhi harapan pelanggan.
B.
Pengukuran Kualitas Jasa
Kualitas
jasa dipengaruhi dua variabel, menurut Rangkuti (2002: 21) kedua variabel
tersebut yaitu jasa yang dirasakan (perceived service) dan jasa yang
diharapkan (expected service). Pengukuran kualitas jasa lebih sulit
dibandingkan dengan mengukur kualitas produk nyata, sebab atribut yang
melekat pada jasa tidak mudah untuk diidentifikasi.
|
Senin, 29 Juni 2015
Kualitas Jasa 2
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar