KUALITAS
JASA
A.pengertian kualitas jasa
Hasil dari
kualitas sebuah barang atau jasa sangat erat kaitannya dengan kepuasan
konsumen, Karena kualitas dapat memberikan dorongan kepada pelanggan untuk
menjalin hubungan yang kuat dengan perusahaan. Dalam jangka panjang
hubungan yang terjalin dapat memungkinkan perusahaan untuk memahami
dengan seksama harapan pelanggan serta kebutuhan mereka.
Dalam situasi persaingan global yang
semakin kompetitif persoalan kuaitas produk menjadi isu sentral bagi
perusahaan, Kemampuan perusahaan untuk menyediakan produk berkualitas akan
menjadi senjata untuk memenangkan persaingan karena dengan memberikan produk
berkualiatas,kepuasan pelanggan akan tercapai. Oleh karena itu perusahaan harus
menentukan definisi yang tepat dan pemahaman akurat tentang kualitas yang
tepat. Menurut The American Sociaty of Quality Control, kualitas adalah
keseluruhan ciri-ciri dan karakteristik dari suatu layanan menyangkut kemampuan
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang telah ditentukan atau yang bersifat
laten. Sedangkan menurut filsafat Jepang kualitas adalah “zero defect”
mengerjakan pertama kali dengan benar.
Banyak pakar bidang kualitas yang mencoba mendefinisikan kualitas berdasarkan
sudut pandangannya masing-masing. Dalam purnama (2006 : 10) beberapa
definisi kualitas yang opuler diantaranya dkembangkan oleh tiga guru kualitas
yaitu Crosby, Deming dan Jaran. Menurut Crosby kuaitas adalah “kesesuaian denga
persyaratan. Sedangkan menurut Deming kualitas adalah “derajat” keseragaman
produk yang bisa diprediksi dan tergantung pada biaya rendah dan pasar “ serta
menurut Juran kualitas adalah keseusian dengan penggunaan (memuaskan kebutuhan
konsumen)
Menurut Wyckof (dalam Nasution, 2004:47) mendefinisikan
kualitas jasa adalah “Tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas
tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan”.
Sedangkan menurut Lewis dan Boom (dalam Tjiptono,
2005:121) medefinisikan kualitas jasa sebagai “Ukuran seberapa bagus tingkat
layanan yang diberikan mampu sesuai dengan ekspektasi pelanggan”. Maksudnya
adalah kualitas jasa bisa diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan
pelanggan serta ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan pelanggan.
Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas
bersumber dari dua sisi, produsen dan konsumen. Produsen menentukan
persyaratan atau sfesifikasi kualitas, sedangkan konsumen menentukan kebutuhan
dn keinginan. Pendefinisian akan akurat jika produsen mampun menterjemahkan
kebutuhan dan keinginan atas produk ke dalam spesifikasi produk yang
dihasilkan.
5
Aspek yang digunakan dalam Menentukan Kualitas Jasa
1. Reliability : Yaitu kemampuan
untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan janji yang ditawarkan
2. Responsiveness : Yaitu respon
atau kesigapan karyawan dalam membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang
cepat dan tanggap, yang meliputi : kesigapan karyawan dalam melayani pelanggan,
kecepatan karyawan dalam menangani transaksi, dan menangani keluhan pelanggan
3. Assurance Meliputi kemampuan
karyawan atas pengetahuan produk secara tepat, kualitas keramah-tamahan,
perhatian dan kesopanan dalam memberi pelayanan, keterampilan dalam memberikan
informasi, kemampuan dalam memberikan keamanan dalam manfaat jasa yang
ditawarkan, dan kemampuan dalam menanamkan kepercayaan pelanggan terhadap
perusahaan.
4. Emphaty : Yaitu perhatian secara
individu yang diberikan perusahaan kepada pelanggan seperti kemudahaan untuk
menghubungi perusahaan, kemampuan karyawan untuk berkomunikasi dengan
pelanggan, dan usaha perusahaan untuk memahami keinginan dan kebutuhan
pelangganya
5. Tangibles : Terukur, Meliputi
penampilan fasilitas fisik seperti gedung dan ruangan front office, tersedianya
tempat parkir, kebersihan, kerapian, dan kenyamanan ruangan, kelengkapan
peralatan komonikasi dan penampilan
B.Dimensi Kualitas Jasa
Sebuah perusahaan jasa sebisa mungkin dapat memberikan jasa yang berkualitas
tinggi secara konsisten dan kontinyu dibandingkan dengan pesaing, dalam rangka
memenuhi harapan pelanggan. Usaha jasa terbilang cukup rumit dan sangat
kompleks dari pada barang yang mempunyai wujud konkrit, sehingga menyulitkan
seseorang untuk mengidentifikasinya dalam waktu yang singkat.
Melalui serangkaian penelitian terhadap berbagai macam industri jasa
Parasuraman, Zeithaml, dan Berry (1985) berhasil mengidentifikasi sepuluh
dimensi pokok kualitas jasa :
1. Reliabilitas, meliputi dua aspek utama, yaitu kosistensi kinerja
(performance) dan sifat dapat dipercaya (dependability). Hal ini berarti
perusahaan mampu menyampaikan jasanya secara benar sejak awal (right from the
first time), memenuhi janjinya secara akurat dan andal (misalnya, menyampaikan
jasa sesuai dengan janji yang disepakati), menyampaikan data (record) secara
tepat, dan mengirimkan tagihan yang akurat.
2. Responssivitas atau daya tanggap, yaitu kesediaan dan kesiapan para karyawan
untuk membantu para pelanggan dan menyampaikan jasa secara cepat. Beberapa
contoh diantaranya : ketepatan waktu pelayanan, pengiriman slip transaksi
secepatnya, kecepatan menghubungi kembali pelanggan, dan penyampaian layanan
secara cepat.
3. Kompetensi, yaitu penguasaan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan
agar dapat menyampaikan jasa sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Termasuk
didalamnya adalah pengetahuan dan keterampilan karyawan kontak, pengetahuan dan
keterampilan personil dukungan operasional, dan kapabilitas riset organisasi.
4. Akses, meliputi kemudahan untuk dihubungi atau ditemui (approachability) dan
kemudahan kontak. Hal ini berarti lokasi fasilitas jasa mudah dijangkau, waktu
mengantri atau menunggu tidak terlalu lama, saluran komunikasi perusahaan mudah
dihubungi (contohnya, telepon, surat, email, fax, dan seterusnya), dan jam
operasi nyaman.
5. Kesopanan (courtesy), meliputi sikap santun, respek, atensi, dan keramahan
para karyawan kontak (seperti resepsionis, operator telepon, bell person,
teller bank, kasir, dan lain-lain).
6. Komunikasi, artinya menyampaiakan informasi kepada pelanggan dalam bahasa
yang mudah mereka pahami, serta selalu mendengarkan saran dan keluhan
pelanggan. Termasuk didalamnya adalah penjelasan mengenai jasa/layanan yang
ditawarkan, biaya jasa, trade off antara jasa dan biaya, serta proses
penanganan masalah potensial yang mungkin timbul.
7. Kredibilitas, yaitu sifat jujur dan dapat dipercaya. Kredibilitas mencangkup
nama perusahaan, reputasi perusahaan, karakter pribadi karyawan kontak, dan
interaksi dengan pelanggan (hard selling versus soft selling approach).
8. Keamanan (security), yaitu bebas dari bahaya, risiko atau keragu-raguan.
Termasuk didalamnya adalah keamanan secara fisik (physical safety), keamanan
financial (financial security), privasi, dan kerahasiaan (confidentiality).
9. Kemampuan memahami pelanggan, yaitu berupaya memahami pelanggan dan
kebutuhan spesifik mereka, memberikan perhatian individual, dan mengenal
pelanggan regular.
10. Bukti fisik (tangibles), meliputi penampilan fasilitas fisik, peralatan,
personil, dan bahan-bahan komunikasi perusahaan (seperti kartu bisnis, kop
surat, dan lain-lain). Dalam riset selanjutnya Parasuraman, Zeithaml, dan Berry
(1988) menemukan adanya overlapping diantara beberapa dimensi diatas. Oleh
sebab itu, mereka menyederhanakan sepuluh dimensi tersebut menjadi lima dimensi
pokok. Kompetensi, kesopanan, kredibilitas, dan keamanan disatukan menjadi
jaminan (assurance). Sedangkan akses, komunikasi, dan kemampuan memahami
pelanggan diintregasikan menjadi empati (empathy).
Sumber
https://brigitalahutung.wordpress.com/2012/10/15/kualitas-jasa/
http://jutaan-pengunjung.blogspot.com/2010/03/definisi-kualitas-jasa.html
Analisis Kasus PLN-JP. PT. Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta, 2002.
http://amarhamdani.blogspot.com/2010/10/5-aspek-penentu-kualitas-jasa.htmlhttp://viviyusdikasari.blogspot.com/2013/05/kualitas-jasa.html